Beberapa hari yang lalu, tangan ini tergerak untuk mencoba browsing beberapa video tentang transportasi masa depan. Memang banyak sekali video yang didapat. Dan itu semuanya menunjukkan adanya sebuah perkembangan yang sangat pesat dalam hal alat transportasi menggunakan teknologi modern.
Bukan hanya pada alat transportasi darat saja, namun secara keseluruhan menunjukkan perkembangan teknologi yang sangat luar biasa. Perahu, pesawat, hellikopter, mobil, bus kota, kereta api, bahkan sepeda kayuh yang sering kita pakai juga dapat dimodofikasi menggunakan teknologi. Jika sepeda kayuh pada umumnya menggunakan rantai, namun sepeda kayuh yang satu ini tidak menggunakannya untuk dapat memutar roda. Sepeda ini memanfaatkan serat polietilena, yaitu sejenis karet yang dibuat secara sintesis dan dikembangkan menjadi bahan pengganti rantai, sehingga kita tidak perlu memakai oli untuk melumasinya kembali.
Namun bukan itu sebenarnya yang ingin saya bahas dalam tulisan ini. Sewaktu browsing saya dikejutkan dengan video yang berasal dari Negara tetangga yaitu Malaysia yang kebanyakan rakyat kita suka menyebutnya sebagai Malingsia. Video ini menceritakan bahwa beberapa Negara seperti swistzerland, rusia, dan jerman memberikan investasi kepada Malaysia untuk membuat sebuah pesawat pembom yang memiliki kemampuan luar biasa.
Awalnya biasa-biasa saja memang saat saya melihat video ini, namun setelah saya pikir-pikir lagi ternyata ngeri juga ketika tahu bahwa Negara sebelah, tengah mempersiapkan sebuah mesin penghancur yang siap untuk meluluh-lantakkan apapun yang menghalangi tujuan negaranya.
Bukannya berprasangka buruk, namun disini saya mencoba untuk berfikir lebih ilmiah. Mengapa harus Negara-negara yang berbasis sosialis yang memberikan investasinya kepada Malaysia, dan mengapa harus Malaysia. Prediksi saya selanjutnya mengarah kepada hubungan yang selama ini sudah mulai agak goyang antara Indonesia-malaysia. Pikiran-pikiran buruk mulai merasuk, jangan-jangan proyek ini pada akhirnya nanti malah menjadi senjata mematikan bagi malaysia untuk dapat menyerang Indonesia. Mengingat selama ini banyak permasalahan yang timbul antara kedua Negara ini.
Bagaimana jika nantinya Malaysia dengan sekutunya yaitu Negara-negara sosialis sedang menghimpun kekuatan yang besar untuk melawan Indonesia yang kini juga mulai memihak ke arah NATO. Jika dilihat dari semboyan Malaysia yang tertera dibawah lambang negaranya yaitu yang berbunyi “Bersekutu Bertambah Mutu” memberikan gambaran bahwa tidaklah mungkin hal yang saya takutkan tersebut akan terjadi. Dan diluar itu saya menganggap jika memang benar seperti demikian, maka sebenarnya ada pihak lain yang tengah menyusun rencana untuk mengadu domba Negara kita dengan Negara lain. Dan semua ini masih termasuk dalam sebuah perang besar yang kita pelajari sebagai perang dingin dua belahan dunia.
Disini saya sampaikan juga bahwa Indonesia sebagai Negara yang pertama kali memprakarsai gerakan non-blok hendaknya mengurangi kecenderungan untuk membutuhkan bantuan dari Negara barat yakni amerika, dengan memanfaatkan potensi dalam negeri sendiri, InsyaAllah akan dapat membantu kita untuk tetap menegakkan Negara NKRI yang kita cintai ini. Dan sepatutnya pula kita berhati-hati terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi walaupun itu berasal dari daerah yang sangat dekat dengan Negara kita. Dengan senantiasa meningkatkan kualitas TNI yang selama ini menjadi perwira bangsa dan ditambah pula dengan adanya perkembangan teknologi yang berasal dari anak bangsa sendiri, saya kira cukup mampu untuk dapat mempertahankan kedaulatan Negara kita.






2 komentar:
Masa depan akan jauh lebih maju dengan transportasi" tersebut...
tp efek yang ditimbulkan pasti ad..
bener... tapi aku takutnya ntar kalau perkembangan semacam itu digunakan untuk hal2 yang negatif, salah satunya proyek malaysia itu...
Posting Komentar