Beberapa waktu yang lalu, lebih tepatnya hari sabtu tanggal 17 Maret 2012. Terjadi sebuah peristiwa yang begitu menegangkan. Hampir seluruh wilayah kota Surabaya dan sebagian kota Sidoarjo terkena dampak dari hujan angin pada hari itu.
Suasana cukup cerah ketika jam menunjukkan sekitar pukul 10.30 WIB, bahkan terkesan panas karena memang sinar matahari pada waktu itu begitu terik. Sejenak memang tidak ada yang aneh dengan kondisi seperti itu. Semua aktifitas tiap orang pun juga berjalan seperti biasanya. Banyak para pengguna jalan yang berlalu-lalang di jalan raya. Beberapa ada yang berekreasi menghabiskan masa weekendnya. Ada juga yang masih tetap mencari kepingan rupiah demi keluarganya. Tidak terkecuali para siswa-siswi sekolah SMAN 18 Surabaya yang masih ayik dengan kegiatan ekstrakulikuler mereka di hari sabtu.
Menginjak pukul 12.30 WIB, awan mendung mulai menghampiri serta menutupi sebagian wilayah kota Surabaya dan Sidoarjo. Selain itu, angin sepoi-sepoi juga ikut menyertainya. Menit demi menit pun berjalan seperti itu. Sampai akhirnya mendung yang tadi bersahabat kini mulai menakuti setiap orang, mendung yang awalnya putih menjadi berwarna gelap mencekam seolah kiamat akan segera terjadi. Tak hanya itu, angin yang tadinya sepoi-sepoi kini mampu membuat orang menjadi sempoyongan. Karena tiupan angin yang begitu kencangnya membuat para pangguna motor menjadi ikut terhempas terkena tiupan angin. Daun-daun seolah melambaikan peringatan kepada manusia, pohon-pohon pun ikut sempoyongan menahan hebatnya hembusan angin yang bertiup melebihi skala umumnya.
Hampir sesaat setelah itu hujan langsung turun dengan begitu derasnya. Disertai dengan hembusan angin menyerupai tornado. Ujung pohon yang awalnya berada pada ketinggian 5 sampai 8 meter kini menjadi hanya 1 hingga 3 meter dari permukaan tanah. Selain itu, angin juga membawa terbang berbagai macam benda-benda ringan yang berada diluar rumah. Ranting-ranting pohon banyak yang patah dan berjatuhan, bahkan tiang listrik pun juga ikut roboh disebabkan angin kencang yang begitu hebatnya. Suasana pada saat itu sangat menakutkan, mencekam, dan sangat mengerikan.
Tidak terlepas pula salah satu pohon yang menjadi ciri khas dari SMAN 18 Surabaya pun juga ikut tumbang disebabkan hembusan angina kencang pada saat itu. Pohon tersebut merupakan pohon beringin yang berusia cukup tua. Letak pohon itu berada disamping tempat parkir mobil untuk kepala sekolah. Awalnya angina bertiup begitu saja dengan hebatnya dan tiba-tiba suara gemuruh terdengar begitu keras seperti suara sebuah rumah yang roboh. Ada juga suara genteng yang jatuh dari atap gedung sekolah. Pohon ini roboh ke arah timur sehingga menutupi joglo pintu masuk dari SMAN 18 Surabaya itu. Selain itu pohon tersebut juga merobohkan tempat parkir mobil kepala sekolah yang berada disampingnya. Bagian atas pohon juga mengenai atap dari lab kimia sekolah tersebut. Sungguh mengejutkan ketika peristiwa itu menjadi topic pembicaraan dalam beberapa media jejaring sosial.
Sesaat sekolah itu terlihat seperti hutan rimba dengan daun-daun yang menutupi sebagian dari pintu masuknya. Entah, apakah ini merupakan rahmat atau musibah, mengingat beberapa masalah yang sering terjadi di internal sekolah itu. Namun,kita coba untuk tetap berprasangka baik terhadap apapun yang terjadi dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi.




0 komentar:
Posting Komentar